RSS

belajar mengelola emosi


Pribadi yang shalihah adalah yang dapat mengelola emosi menjadi sebuah potensi yang membangun dan bukan merusak, merekatkan dan bukan meretakkan, mengokohkan dan bukan merobohkan serta mudah memberikan toleransi atau maaf pada orang lain. Sifat ini merupakan salah satu kunci kebahagiaan, kebaikan dan kelestarian rumah tangga. Allah berfirman: “dan orang-orang yang menahan amarah (emosi)nya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran:134)

Tradisi yang diburu


yang pasti diburu..."Batik"...



biar Lagi macet tetep heboh


mampir di Masjid Al Inayyah Nagreg


Main2 di pantai Jatilawang Purworejo Jateng


tengah malam di daerah Ciamis

Alhamdulillah perjalanan Bandung-Purworejo-Jogjakarta balik Bandung langsung Sukabumi, terlaksana dengan ceria, Anak2 pada Happy, Alhamdulillah Allah berikan kesehatan serta kenikmatan dalam perjalanan, walau bermacet2 ria, berjam2 dalam mobil, siang yang terik, malam yang dingin, namun tradisi mudik tetap menjadi momen tak terlupakan, bertemu saudara2, handai tolan, sahabat2 lama, teman2 baru, saudara2 baru sungguh fenomena lebaran yang sungguh luar biasa, banyak silaturahmi banyak rejeki...

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1432 H

Positive thinking



by Tim AndrieWongso.com
Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi: A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty. Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negatif.
Memiliki positive thinking memang harus dibiasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Kiat berikut bisa berguna.

Afirmasi verbal setiap hari
Saat kita menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Kita merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain ragu akan kemampuan kita. Secara teknik, sebenarnya kita sangat mampu mengerjakannya namun ketidakyakinan menarik kita pada sikap yang statis sehingga kita tak melakukan apa-apa.
Menurut sejumlah ahli, cara terbaik mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri kita. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakan pada diri kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Semacam "Kamu bisa!" atau, "Kamu pasti bisa!" Makin keras ucapan kita makin mampu mempengaruhi bawah sadar kita. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit.

Gunakan kata positif
Menggunakan kata-kata positif memiliki pengaruh baik. Seorang ahli bernama Dr. Susan Jeffers mengatakan, "Tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu mempengaruhi alam bawah sadar kita." Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata negatif, hasil negatiflah yang kita dapat. Begitu pun, jika kita selalu menggunakan kata positif hasil positif yang akan kita dapat.

Pasang gambar atau tulisannya
Menempelkan visualisasi apa yang kita inginkan akan memberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin kita raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan kita rasakan saat bisa meraihnya. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif.

Penuhi sekeliling kita dengan citra positif
Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas tempel yang mudah dilihat. Karena itu beri hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan kita atau menambah semangat. Sekali waktu saat kita sedang stres, tataplah, atau bacalah sehingga kita akan kembali fokus pada keinginan yang sedang kita kejar.

Sering-sering ucapkan "Terima Kasih"
Rasa syukur akan mempengaruhi pikiran kita. Ucapan "Terima Kasih" akan menerbitkan pikiran positif. Namun berapa kali sehari kita mengucapkan "Terima Kasih"? Kita bahkan mungkin lupa mengucapkan terima kasih ketika misalnya, ditolong orang saat terjatuh. Padahal makin sering berterima kasih, makin terbangun pikiran positif.

Dengarkan uraian motivasional
Mendengarkan paparan motivasional akan membangun pikiran positif. Kita bisa mendengar acara motivasional di radio atau menyetel CD motivasional saat sedang menyetir di perjalanan. Hal akan menjadi semacam "pengisian baterai" untuk mental kita.

Positive thinking tidak lahir dengan sendirinya, kita harus rajin melatihnya.

pangais bungsu & bungsu

dzaky community




Dua Tahun lalu, senyum yang tak terlupakan

4 Pendekatan Agar Anak Memiliki Kesadaran Mengamalkan Agamanya


Written By

Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Pendiri Sekolah Orangtua PSPA

Mengenalkan agama pada anak adaah kewajiban orangtua. Tetapi pada kenyataannya tidak mudah untuk membuat anak memiliki kesadaran anak mengamalkan agama sampai mereka dewasa meski sejak kecil mereka sudah dikenalkan dengan agamanya. Kesadaran anak ditentukan oleh pendekatan apa yang dipakai orangtua untuk mengenakan agama pada anak.

PERTAMA, KETELADANAN.

Ini adalah hal yang tak bisa diganggu gugat. Mana mungkin kita menyuruh anak sholat tanpa kita pun disiplin sholat.
Tapi ini saja tidak cukup. Betapa banyak kita melihat kiri kanan kita, orangtuanya begitu rajin ke masjid, tapi anaknya yang remaja kok enggan ke masjid? Kurang teladan apa? Lah wong orangtuanya sudah mencontohkan!

KEDUA, PEMBIASAAN.


Kebiasaan beribadah sangat perlu, meski bukan satu-satunya. membiasakan beribadah pada anak adalah ikhtiar agar kita dapat menjadikan ibadah sebagai habbit untuk anak-anak kita. Jika sudah menjadi habbit, bukan tak mungkin anak-anak akan menjadi 'ringan' dalam ibadah setelah ia dewasa.

Tetapi ini saja pun tidak cukup. Jika hanya dibiasakan, tak sedikit anak sudah dibiasakan ibadah sejak kecil tapi karena memamg pikirannya 'kosong' dengan nilai-nilai Allah, maka sebagian mereka pun akhirnya enggan beribadah setelah dewasa.

KETIGA, INSTALLASI MOTIVASI

Dalam mengenalkan agama, sebagian orangtua mengenalkan agama dimulai dari kompetensi-kompetensi beragama. Jika orangtua mengenalkan agama hanya dimulai dari kompetensi-kompetensi (keterampilan) beragama: terampil sholat, terampil membaca qur'an, terampil ini dan itu, belum tentu anak akan kemudian mengamalkan agama kelak setelah dewasa.

Betapa banyak anak yang dari kecil bisa dan terampil sholat dari kecil, setelah dewasa enggan melaksanakan sholat. Berapa banyak dari kita yang terampil membaca Qur'an dari kecil, setelah dewasa memang masih membaca Qur'an hampir setiap hari, tapi berapa banyak dari kita yang termotivasi mengkaji isi Qur'an hampir setiap hari?

Pendekatan yang mungkin dapat ditambahkan dalam tarbiyah agama pada anak2 kita hari ini adalah bukan sekadar kompetensi beragama, tapi juga motivasi beragama. Sejak anak2 kita bisa membedakan tangan kanan dan mana tangan kiri sejak saat itulah orangtua dapat mengenalkan pada nilai baik dan buruk seperti yang direferensikan agama. Ingat, KESADARAN letaknya pada PIKIRAN, bukanlah pada tubuh. Maka membuat anak merasa sadar berarti menanamkan nilai pada pikiran anaknya terlebih dahulu tentang ibadah bukan sekadar nyuruh-nyuruh beribadah (mengendalikan tubuh).

Bagamana merubah pikiran anak? Installkan nilai-nilai, informasi kebaikan itu pada anak tentang Allah, tentang Rasul, setiap hari dengan tepat pada anak baik melalui dongeng, cerita, kisah, ngobrol setiap hari minimum setengah jam sama anak, membaca buku bersama, mengajak diskusi anak, atau apapun yang intinya kita menginstallkan nilai pada pikiran anak sehingga akhirnya menjadi program pikiran mereka dan sehingga mudah2an dapat menjadi motivasi buat hidup mereka.

KEEMPAT, KEDEKATAN EMOSIONAL

KEDEKATAN emosional orangtua anak akan menentukan penerimaan atau installasi nilai2 ini pada anak. orangtua yang cuek pada anak, orangtua yang mengabaikan anak, orangtua yang terlalu sibuk dengan urusannnya sendrii dan tidak punya waktu untuk anak dan hanya mengandalkan sekolah, ustadz atau tenaga 'outsourcing' lainnya dalam mengenalkan agama pada anak jangan berharap terlalu banyak anaknya dapat dekat dengan Tuhan-Nya jika orangtua sendiri tak dekat berusaha mendekati anak untuknya.

KEDEKATAN emosional orangtua pada anak juga akan berguna saat orangtua berusaha menanamkan kebiasaan beribadah pada anak. Jangankan soal ibadah yang perlu kesadaran spritualitas, soal belajar (akademik saja) misalnya terbukti, anak-anak di Jepang rata-rata 30 menit didampingi orangtua di rumah saat belajar ternyata indeks pretasi akademik lebih baik dibandingkan anak-anak di amerika yang rata-rata hanya 15 menit didampingi orangtua di rumah saat belajar.

Apalagi soal beragama, yang kemudian membutuhkan jangka waktu panjang untuk menanamkan nilai-nilai dengan benar dan tepat mulai dari Aqidah, ibadah, jinayah, amaliah, dll.

ghaida

factory visit with Griya

Shabu-shabu ala fiesta



Bahan:

* 100 gr Chicken Ball Fiesta
* 100 gr Chicken Tofu Fiesta
* 2 bh Sosis Fiesta, potong-potong
* 100 gr Keecho Fiesta
* 5 lembar bokcoy
* 800 ml air kaldu ayam
* 2 siung bawang putih, memarkan
* 1 batang daun bawang, potong-potong
* Garam, merica secukupnya



Cara Membuat:

1. Didihkan air kaldu, bawang putih, daun bawang,, merica dan garam.

2. Masukkan Chicken Ball Fiesta, Chicken Tofu, Sosis, Keecho, dan Bokcoy, masak hingga matang.

3. Sajikan selagi panas.



Hasil: 4 porsi


ghaida lagi mamam sate baso & sosis fiesta


Berawal dari seringnya membeli produk fiesta dengan menggunakan kartu member griya, tanpa diduga sebagai bentuk penghargaan pada konsumen diundanglah qta untuk mengunjungi pabrik pengolahan makanan yang berlokasi di Cikande-tanggerang Banten.
dengan menggunakan bis qta berangkat dengan suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan, bertemu dengan orang2 baru dari latar belakang yang berbeda2, dengan didampingi pihak managemen Griya dan juga Fiesta.
Dilokasi pabrik qta disuguhi berbagai kegiatan yang menyenangkan diantaranya Demo masakan ala fiesta dengan dibawakan oleh seorang chef dari kota bandung. tidak ketinggalan mencicipi produk2 unggulannya...
yang paling berkesan adalah kunjungan ke bagian produksi yg membuat qta semakin yakin atas kualitas produk, kehalalannya, kehigienisannya, sehingga kita smakin yakin qta telah memberikan asupan yang baik buat permata2 hati kami.
Tiada kata yang lebih tepat selain berucap syukur Alhamdulillah atas ilmu dan rizki yang tlah diterima...