KANGEN WEEK END
Diposting oleh
yanti
on Kamis, 05 Januari 2012
Label:
KANGEN WEEK END
/
Comments: (0)
falsafah jawa, banyak mendengar dan rendah hati
Diposting oleh
yanti
on Selasa, 03 Januari 2012
/
Comments: (0)
Banyak mendengar dan rendah hati sejatinya saling bertautan. Sifat banyak mendengar yang dipunyai oleh seseorang, niscaya akan berdampak atau berpotensi menjadikan orang tersebut bersifat rendah hati. Sebaliknya, orang yang bersikap rendah hati (humble) akan lebih banyak mendengar. Mengapa demikian ?Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja, kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan.Harus diakui, kegiatan mendengar bukanlah suatu pilihan yang kita ambil dengan perasaan suka cita. Hampir bisa dipastikan, kebanyakan orang lebih suka berbicara bukan ?
Cobalah bercermin ke diri kita sendiri. Kita senang mengungkapkan gagasan-gagasan kita. Kita juga merasa lebih enak memperkenalkan posisi, menonjolkan pendapat dan perasaan kita.Sebenarnya, kebanyakan orang tidak ingin mendengar seperti halnya keinginan mereka berbicara dan didengarkan. Karena itulah kita lebih memusatkan perhatian pada kata-kata yang akan kita ucapkan daripada memberi perhatian penuh pada apa yang diutarakan orang lain. Selain itu, kita sering menyaring kata-kata orang lain berdasarkan pendapat dan kebutuhan kita sendiri.Jika kita melihat sisi negatif, mendengarkan orang yang sedang berbicara terkadang tanpa kita sadari terasa membebani kita.Namun jika kita selalu melihat sisi positif, dengan mau mendengarkan orang lain, kita dapat memecahkan sebagian besar
masalah yang sedang dihadapi oleh orang tersebut. Mendengar juga berarti mau membuka diri dan menerima. Suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri.
Sikap rendah hati, mengharuskan kita membuang ego jauh-jauh. Dan hal ini, kadang bagi sebagian orang sangat sulit dilakukaan ! Di antara sekian banyak ego antara lain adalah ego ingin menonjol, ingin dominan, ego ingin lebih dikenal ataupun ego ingin selalu didengar dan diperhatikan orang lain.Ego-ego ini akan sulit dihilangkan jika kita tidak mempunyai keinginan untuk berubah dari yang bersikap sombong mau menang sendiri berubah menjadi bersikap rendah hati.Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, sifat orang yang tidak rendah hati, diantaranya adalah pertama, tidak bisa menerima kritikan walaupun itu sesuatu yang konstruktif.
Ketika menerima kritikan, hal pertama yang dilakukan adalah menolak dan mencari alasan pembenaran untuk menutupi kelemahannya. Jika kita melihat dari sisi positif kritikan sebenarnya adalah ungkapan tulus orang lain yang mau menunjukkan kekurangan yang ada pada diri kita.Justru seharusnyalah kita berterimakasih jika ada teman atau sahabat yang bersedia mengkritik.Namun harus diakui kebanyakan dari kita lebih suka minta dipuji daripada dikritik. Kemudian yang kedua, tidak mau menerima kelebihan yang dimiliki orang lain. Idealnya, segala sesuatu yang menunjukkan kelebihan positip yang dimiliki orang lain hendaknya dikagumi. Sejatinya, mengagumi kelebihan orang lain, akan menjadikan kita terobsesi untuk meneladani orang tersebut.Belajar dari kelebihan orang lain akan membantu kita untuk mengoreksi sikap-sikap kita yang selama ini tanpa kita sadariu banyak kekurangannya.
Mungkin Anda pernah mendengar peribahasa Jawa yang berbunyi "ngluruk tanpa bala (menyerang tanpa pasukan), menang tanpa ngasorake (menang tanpa harus menindas), lan sugih tanpa bondo (kaya tanpa harta)". Sejatinya makna filosofis yang terkandung dari ajaran itu sangat dalam!Penjelasan dari peribahasa itu adalah; dalam memenangkan suatu persaingan, kita tidak perlu menunjukkan kehebatan maupun memamerkan apa yang kita miliki.Bahkan, ketika kita menang sekali pun, tidak perlu kita pamer atau menunjukkan kesombongan atau mempermalukan pesaing atau kawan kita.. Dari beberapa penjelasan di muka, kiranya dapat disimpulkan, bahwa hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati !
Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa nyaman dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minderJim Collins, pakar management kondang, dalam bukunya yang sangat bagus, Good to Great, mengajarkan kepada kita, bagaimana sikap rendah hati itu harus dimiliki oleh para pemimpin masa kini. Ada beberapa hal yang menarik dari hasil penelitian Collins dan dua puluh orang asistennya selama lima tahun dengan metodologi ilmiah yang sangat solid, yang menjadi bahan dasar bukutersebut. Dari awal, Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memedulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung "bersifat romantis" yaitu kalau perusahaan sukses, itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal jangan selalu menyalahkan anak buah.
Menurut Collins, pemimpin yang disebut sebagai "Level 5 Leaders" adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.
Motor Harley (joke)
Diposting oleh
yanti
on Selasa, 06 Desember 2011
Label:
Motor Harley (joke)
/
Comments: (0)

Dua orang pemuda sedang asyik naik mobil. Tiba-tiba sebuah motor Harley Davidson mendahului mereka dan pengemudinya berteriak, "Wooooi! Loe udah pernah naik Harley belum?" Lalu dia langsung tancap gas!
"Wah! Tuh orang baru naik motor Harley aja sombong banget, ayo kita kejar!" kata pemuda yang nyetir mobil,
"Ayo!" balas temannya. Mobil itu segara tancap gas dan berhasil menyalip Harley.
Tidak lama kemudian, Harley tersebut berhasil mendahului mobil, dan pengendaranya kembali berteriak, "Hoooi! Elu udah pernah naik Harley belum...?!" Dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.
"Huuuh, sombong amat sih!" pemuda yang nyetir mobil menggerutu perlahan.
Kemudian di persimpangan jalan, dua pemuda itu melihat Harley tersebut tabrakan dan pengemudinya tertimpa motor sendiri. Maka, kedua orang pemuda ini turun dari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut, dengan maksud menolong.
"Aduh... elu pada enggak pernah naik Harley yah...?" kata si pengemudi Harley sambil meringis kesakitan.
"Heh, kamu tuh sudah tabrakan, ketiban motor, sudah mau ditolongin masih aja sombong! Maunya apa sih!?" kata salah seorang pemuda yang bawa mobil dengan nada sewot.
Lalu pengendara Harley itu ngomong begini, "Maksudnya, gue mau nanya.. kalau elu udah pernah naik Harley kasih tahu gua remnya di mana!!"
".....!!!!!?????"
Penulis : Hasanudin K
Pemimpin berkarakter
Diposting oleh
yanti
on Kamis, 01 Desember 2011
/
Comments: (0)

"Jika perbuatanmu menginspirasi orang lain untuk memiliki mimpi yang lebih tinggi, untuk belajar lebih giat, untuk lebih melakukan banyak hal, dan menjadi seseorang yang lebih bermanfaat, maka kamu adalah seorang pemimpin."
Ciri-ciri Pemimpin Berkarakter
Aktualisasi karakter kepemimpinan yang diharapkan bangsa dan negara adalah yang mampu mengantarkan anak bangsa dari ketergantungan (dependency) menuju kemerdekaan (independency ), selanjutnya menuju kontinum maturasi diri yang komplit ke saling ketergantungan (interdependency), memerlukan pembiasaan melalui contoh keteladanan perilaku para elite politik yang bergerak di eksekutif, yudikatif dan legislatif dalam taman sari demokrasi yang kondusif. Habitat yang dapat dijadikan persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh suburkan dan mengembangkan perilaku dan sifat-sifat seperti :
1. Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha yang tulus untuk memperbaikinya.
2. Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah. Diingatkan oleh Deepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing ( lawan politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya. Hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
6. Memiliki rasa kehormatan diri ( a sense of personal honour and personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Tidak seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat "team work", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
___________
Drs. Abdul Rahman Kadir, MM -- Mantan Ka.Kanwil Deppen SU.
Gallery ghaida dzakiyyah | 2 tahun 11 bulan - Foto Galeri - Sleek Baby
Diposting oleh
yanti
on Minggu, 06 November 2011
/
Comments: (0)
Kerajinan Resin magnet tempelan kulkas
Diposting oleh
yanti
on Minggu, 02 Oktober 2011
/
Comments: (0)
Bermacam hiasan tempelan kulkas tersedia di pasaran dengan model, warna, yang menarik.
Postingan kali ini mencoba sedikit mengulas salah satu cara untuk membuat tempelan kulkas dari bahan dasar resin yang sederhana.
Bahan yang dibutuhkan:
1. Resin Cair
2. Tepung resin
3. katalisator
4. Cat beraneka Warna
Alat Yang dibutuhkan:
1. Cetakan
2. Wadah untuk membuat adonan
3. Alat pengaduk adonan
4. Kuas kecil
5. Kikir instrument
Cara membuat:
Tuang Resin cair dan tepung 5:1 aduk hingga rata, setelah bercampur rata, tuang katalisator +/- 2% dari volume adonan, aduk perlahan.
Tuiang dalam cetakan dengan hati-hati . setelah mengeras kemudian keluarkan dari cetakan dan siap untuk di warnai.
catatan tambahan:
Bahan-bahan dapat di dapat di Toko Kimia
Bagi Yang ingin mengikuti pelatihan membuat kerajinan tempelan kulkas dari bahan dasar resin dapat menghubungi 081322588906, biaya pelatiahan sebesar rp 300.000,- dilaksanakan hari Sabtu atau minggu jam 10.00 - 12.00 WIB.
setiap peserta mendapatkan:
1. Bahan dasar untuk latihan
2. makan siang
3. Sertifikat
Smoga menjadi inspirasi dan bermanfaat
Salam
mau sekolah PAUD
Diposting oleh
yanti
on Sabtu, 17 September 2011
Label:
mau sekolah PAUD
/
Comments: (0)
belajar mengelola emosi
Diposting oleh
yanti
on Rabu, 07 September 2011
Label:
belajar mengelola emosi
/
Comments: (0)

Pribadi yang shalihah adalah yang dapat mengelola emosi menjadi sebuah potensi yang membangun dan bukan merusak, merekatkan dan bukan meretakkan, mengokohkan dan bukan merobohkan serta mudah memberikan toleransi atau maaf pada orang lain. Sifat ini merupakan salah satu kunci kebahagiaan, kebaikan dan kelestarian rumah tangga. Allah berfirman: “dan orang-orang yang menahan amarah (emosi)nya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran:134)


