RSS

Ghaida




ghaida yang selalu bikin gemes

Bandung Air Show 2010





menggagas ide kreatif

Kita tidak terbiasa untuk mengeluarkan ide-ide kreatif yang sebenarnya banyak sekali berkeliaran di benak kita. Terhadap hal-hal yang baru atau suatu ide yang dicetuskan oleh seseorang kebanyakan manusia sering kurang dapat menerimanya. Komentar-komentar negatif selalu akan menyerang, menganggap bahwa hal itu tidaklah mungkin dapat terwujud dan berusaha mempertahankan hal dan kondisi yang lama. Sulit sekali menerima sesuatu yang belum terbukti.

Padahal sebenarnya dari ide-ide itulah akan melahirkan penemuan-penemuan baru yang akan bermanfaat untuk kemashlahatan umat manusia. Setiap kita dapat membuat ide-ide kreatif yang akan bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. Allah SWT telah meletakkan dasar bagaimana manusia itu dapat mempergunakan kemampuan akalnya dengan sebaik-baiknya sebagaimana dalam ayat berikut:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” QS. Ali Imran : 190 -191

Alam semesta merupakan sumber inspirasi bagi munculnya ide-ide yang kreatif. Allah SWT memerintahkan kita menggunakan akal untuk memikirkannya. Pemikiran itu muncul dari kita melakukan pengamatan, pengkajian, perenungan dan mengambil kesimpulan.

Sudah seharusnya mulai saat ini kita harus senantiasa mempergunakan akal kita untuk berfikir. Sebelum mata kita mulai berkurang penglihatannya mari kita gunakan untuk senantiasa membaca. Apakah itu membaca tulisan ataukah membaca fenomena alam. Kita juga harus mampu membaca sebuah peluang. Membaca situasi dan kondisi.

Jangan takut ide kita disepelekan orang lain. Lakukan saja apa yang menjadi ide positif kita. Tentunya ide-ide yang akan kita cetuskan itu senantiasa kita pikirkan secara mendalam dan mendetail. Sebelum orang lain mengkritik ide kita, kita sudah mengkritiknya terlebih dahulu.

optimis

Dalam proses berusaha, "hari ini" kita mungkin menderita. "Hari esok" mungkin masih gagal. Hanya orang-orang optimis yang konsisten dalam berjuang keras, yang mampu menciptakan "hari lusa" menjadi "hari sukses" yang luar biasa!! (Tuesday Motivation Quote by Andrie Wongso) Salam sukses, luar biasa! Share and be happy..

Anemia


Struktur 3-dimensi hemoglobin

5 agustus 2010,General Check Up mengindikasikan bahwa aku terkena Susp. Anemia (Hemoglobin 8.1 - nilai rujukan 12.2-16.2)defisiensi Fe dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan morfologi SADT, FE, TIBC dan Feritin. Namun aku merasa diri baik-baik saja sehingga aku mengabaikannya hingga suatu saat mau tak mau harus mengunjungi dokter karena terserang demam dan diare. Dokter umum yang kutemui ternyata melihat bahwa aku terkena anemia dan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah yang ternyata kadar Hb 7.2 turun 0.9 point dan tidak boleh ditawar aku dirujuk untuk segera dirawat disebuah RS. di RS itu aku ditangani oleh seorang Dokter perempuan yang cantik bernama dr Panji Riani, pemeriksaan demi pemeriksaan dengan mengambil sampel darah dari jari dan lengan ternyata tidak menberikan informasi penyebab Hb ku turun. Tiga hari dalam perawatan tidak membuahkan hasil dan aku tidak mendapatkan therapi apapun kecuali infus dan obat batuk,sampai sang dokter menyaran kan aku untuk melakukan pemeriksaan sel darah yang ada di sumsum tulang belakang, namun aku ragu dan aku mencari second opinion. Dokter Perusahaan yang aku temui menyarankan aku untuk menemui Prof. Dr Iman Supandiman. Ternyata sang Prof. adalah mertua dari dr Panji. Prof. Dr Iman meneruskan perawatanku dengan berbekal hasil lab. sebelumnya dan kembali melakukan pemeriksaan di laboratorium, kembali tidak mengirformasikan penyebab Hb ku sangat rendah, dengan terpaksa aku harus menjalani pemeriksaan melalui bank darah yang harus diambil dari sumsum tulang. Pemeriksaan itu merupakan upaya selanjutnya dimana upaya2 yang lain tidak memberikan informasi yang memuaskan, Alhamdulillah ternyata proses pengambilan sampel Bank darahku tidak seseram yang aku bayangkan sebelumnya, disalah satu ruang bedah RS, dalam waktu cuma beberapa menit Sang Profesor mengambil sampel darahku dan menerangkan setiap detail proses pengambilan dan memperlihatkannya. jum'at pagi (4 sept. 2010)diambil, sore harinya aku sudah mendapatkan hasilnya. ternyata Anemia yang kualami adalah disebabkan oleh Meningkatnya penghancuran sel darah merah sehingga sel darah merahnya berumur lebih pendek. setelah diketahui penyebabnya barulah aku diberi obat yang harus aku konsumsi selama 20 hari dan aku harus kembali melakukan pemeriksaan lab. Semoga upaya ini dapat memulihkan kesehatanku.
Note:
Gejala
(dari Wikipedia)
Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.

Anemia menyebabkan kelelahan, sesak napas dan kepusingan. Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka merasa lebih sulit untuk bekerja. Artinya mutu hidupnya lebih rendah.

Tingkat Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap (complete blood count/CBC).

Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb. Sebagian besar dokter sepakat bahwa tingkat Hb di bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat Hb yang normal adalah sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki.

Secara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Sampe ga sempat posting

Kali ini bener2 ga tau apa yang musti ditulis, hari2 ini begitu menyibukkan, padahal kejadian unik, lucu, seru, berhamburan bak bintang dilangit yang relatif cerah di Rhamadan ini, Yoga sang permata hatiku paling Ganteng, sampai saat ini blom bolong puasanya, dimana tiap hari berjuang menghibur dirinya sendiri agar puasanya snatiasa penuh, dikelilingi adik2nya yang dengan cueknya makan dihadapannya, aq sendiri harus berurusan dengan masalah kesehatan, kena juga Anemia yang hingga saat ini blom diketahui penyebabnya, entah sudah berapa lubang nih ditangan bolak balik diambil sampel darah bt dicheck.. sampe bosen deh... terima aja. demi permata2 hati ga usah terlalu dirasa, makan aja nih kerjaan, yang penting badan ini harus segera sehat. ntar lagi lebaran tiba, Mesin jahit sudah lama siap dikayuh, bahan baju anak2 sudah dipotong sesuai pola, namun sampai saat ini blom ada yang kelar. Mungkin sewaktu sehat aq kurang bersyukur, Alhamdulillah Allah menegurku,, nah kalau dah sakit, mo ngapa-ngapain juga ga bisa. makan yang biasanya segala doyan, hilang begitu saja entah kemana tuh selera?!.. Alhamdulillah suamiku tersayang snantiasa mensupport agar aq bisa segera sehat.....trus bisa posting lagi.... tentang apa ya?...

dongeng semangat buat permata hati dalam rangka LombaBlogDepok, 17 Juli – 17 September 2010


Kisah Elang dan kalkun

Alkisah, pada jaman dahulu dua unggas muda, elang dan kalkun bersahabat, dikisahkan pada saat itu keduanya sama-sama memiliki postur yang tegap dan sayap yang kuat, keduanya sering bersama-sama terbang bermigrasi dari satu pulau kepulau lainnya, dari satu daerah kedaerah lainnya menggapai rizkinya yang telah disediakan oleh Sang Penguasa Alam Allah SWT.
Suatu hari, seperti biasanya keduanya sedang terbang melintasi suatu daerah, seketika itu mereka melihat disebuah ladang ada seekor sapi yang sedang makan rumput dengan nikmatnya. Sang kalkun mengajak sahabatnya elang untuk turun dan menyapa sapi itu. Sang Elangpun menyetujuinya dan keduanyapun hinggap pada sebuah pohon yang tak jauh dari tempat sapi itu berada.
" Assalammualaikum", sapa ramah sang Kalkun dan sang Elang ramah pada sang Sapi, Sang Sapi membalas salam mereka dengan ramah, tak lama kemudian merekapun asyik berbincang-bincang. Dalam perbincangan itu sang Kalkun sempat bertanya tentang tempat tinggal sang Sapi, " disini aku hidup dengan nyaman bersama bapak dan ibu petani, setiap hari ada yang menyediakan makanan untukku, kerjaanku hanya tidur dan makan, sesekali bapak petani mengajakku untuk berjalan-jalan dan mencari makanan segar ditempat yang lain" begitulah sang Sapi bercerita pada dua unggas muda yang gagah. Cerita tersebut membekas dalam sanubari sang Kalkun, kemudian sang kalkun mendiskusikan pada sang Elang, " Wah enak banget tuh Sapi, dia bisa makan dan minum sesuka hatinya tanpa harus bersusah payah, berkeringat, dan menghadapi marabahaya seperti kita selama ini, sepertinya hidup nya enak", dan sang kalkunpun tergiur ingin hidup seperti sang Sapi sejurus kemudian sang kalkun menetapkan keinginannya untuk tinggal bersama sang Sapi di ladang tersebut sementara sang Elang mempunyai ketetapan hatinya sendiri, untuk tetap meneruskan perjalanannya yang penuh rintangan dan hambatan, singkat cerita berpisahlah kedua sahabat tersebut dengan mngharu biru.
Dari hari-kehari, minggu-keminggu, bulan-kebulan, tahun-ketahun, Sang Kalkun hidup senang bersama sang sapi dan bapak ibu petani diladang hingga suatu hari Sang Kalkun tanpa sengaja mendengar obrolan ibu petani dan bapak petani, "kata ibu petani: Alhamdulillah kalkun kita sudah gemuk dan sehat, sebentar lagi kita akan mengadakan syukuran atas panen kita yang melimpah, bagaimana kalau kalkun itu kita jadikan kalkun panggang istimewa buat suguhan tamu-tamu kita nanti?, Pak Petani mengangguk tanda setuju, Sang Kalkun terkejut tak kepalang, dia sama sekali tak menyangka bahwa hidupnya akan berakhir secepat ini diatas piring, tak mau hidupnya berakhir seperti itu, sang Kalkun berusaha untuk terbang, namun berkali-kali usahanya menemui kegagalan, dipandangnya badannya yang kini sudah menjadi gemuk dikarenakan kebanyakan makan dan sayapnya yang mengecil karena tak pernah lagi digerakkan untuk terbang, OMG (oh my godness) begitulah kira-kira ungkapan putus asa sang Kalkun, kini ia cuma bisa pasrah menyerahkan nasibnya yang tragis ditangan pak Petani, sementara dibelahan dunia yang lain sahabatnya Sang elang tetap gagah menatap rizkinya yang terhampar didepannya ....
(dongeng masa lalu yang sumbernya samar2 namun masih terkenang-kenang, semoga menjadi motifasi untuk senantiasa bersemangat menjalani hari-hari yang penuh tantangan MERDEKA!!!)

Cah Cumi Jagung Muda



Cah cumi jagung muda
400 gr cumi besar, bersihkan, potong 3 x 5 cm, kerat-kerat
200 gr jagung muda (putren), iris serong 1 cm
100 gr wortel, iris serong tipis
Bumbu:
1 bh bawang bombai, iris bulat tipis
2 siung bawang putih, iris halus
2 cm jahe, iris tipis
2 bh cabai merah, buang bijinya, iris tipis
1 sdm kecap asin
1/2 sdm saus tiram
1/4 sdt lada bubuk
50 ml air kaldu

* Rebus irisan cumi dalam air panas hingga mekar, angkat.
* Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombai, bawang putih, jahe hingga harum, . masukkan cumi, wortel dan jagung muda, aduk rata.
* Tambahkan kecap asin, saus tiram, lada bubuk, cabai merah dan air, aduk, masak hingga matang. Angkat.

Untuk 4 porsi