Kita tidak terbiasa untuk mengeluarkan ide-ide kreatif yang sebenarnya banyak sekali berkeliaran di benak kita. Terhadap hal-hal yang baru atau suatu ide yang dicetuskan oleh seseorang kebanyakan manusia sering kurang dapat menerimanya. Komentar-komentar negatif selalu akan menyerang, menganggap bahwa hal itu tidaklah mungkin dapat terwujud dan berusaha mempertahankan hal dan kondisi yang lama. Sulit sekali menerima sesuatu yang belum terbukti.
Padahal sebenarnya dari ide-ide itulah akan melahirkan penemuan-penemuan baru yang akan bermanfaat untuk kemashlahatan umat manusia. Setiap kita dapat membuat ide-ide kreatif yang akan bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. Allah SWT telah meletakkan dasar bagaimana manusia itu dapat mempergunakan kemampuan akalnya dengan sebaik-baiknya sebagaimana dalam ayat berikut:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” QS. Ali Imran : 190 -191
Alam semesta merupakan sumber inspirasi bagi munculnya ide-ide yang kreatif. Allah SWT memerintahkan kita menggunakan akal untuk memikirkannya. Pemikiran itu muncul dari kita melakukan pengamatan, pengkajian, perenungan dan mengambil kesimpulan.
Sudah seharusnya mulai saat ini kita harus senantiasa mempergunakan akal kita untuk berfikir. Sebelum mata kita mulai berkurang penglihatannya mari kita gunakan untuk senantiasa membaca. Apakah itu membaca tulisan ataukah membaca fenomena alam. Kita juga harus mampu membaca sebuah peluang. Membaca situasi dan kondisi.
Jangan takut ide kita disepelekan orang lain. Lakukan saja apa yang menjadi ide positif kita. Tentunya ide-ide yang akan kita cetuskan itu senantiasa kita pikirkan secara mendalam dan mendetail. Sebelum orang lain mengkritik ide kita, kita sudah mengkritiknya terlebih dahulu.
menggagas ide kreatif
Diposting oleh
yanti
on Rabu, 22 September 2010
Label:
menggagas ide kreatif
/
Comments: (0)
optimis
Diposting oleh
yanti
on Selasa, 21 September 2010
Label:
halaman inspirasi
/
Comments: (0)
Dalam proses berusaha, "hari ini" kita mungkin menderita. "Hari esok" mungkin masih gagal. Hanya orang-orang optimis yang konsisten dalam berjuang keras, yang mampu menciptakan "hari lusa" menjadi "hari sukses" yang luar biasa!! (Tuesday Motivation Quote by Andrie Wongso) Salam sukses, luar biasa! Share and be happy..
Anemia
Diposting oleh
yanti
on Minggu, 05 September 2010
Label:
terkena Anemia
/
Comments: (0)

Struktur 3-dimensi hemoglobin
5 agustus 2010,General Check Up mengindikasikan bahwa aku terkena Susp. Anemia (Hemoglobin 8.1 - nilai rujukan 12.2-16.2)defisiensi Fe dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan morfologi SADT, FE, TIBC dan Feritin. Namun aku merasa diri baik-baik saja sehingga aku mengabaikannya hingga suatu saat mau tak mau harus mengunjungi dokter karena terserang demam dan diare. Dokter umum yang kutemui ternyata melihat bahwa aku terkena anemia dan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah yang ternyata kadar Hb 7.2 turun 0.9 point dan tidak boleh ditawar aku dirujuk untuk segera dirawat disebuah RS. di RS itu aku ditangani oleh seorang Dokter perempuan yang cantik bernama dr Panji Riani, pemeriksaan demi pemeriksaan dengan mengambil sampel darah dari jari dan lengan ternyata tidak menberikan informasi penyebab Hb ku turun. Tiga hari dalam perawatan tidak membuahkan hasil dan aku tidak mendapatkan therapi apapun kecuali infus dan obat batuk,sampai sang dokter menyaran kan aku untuk melakukan pemeriksaan sel darah yang ada di sumsum tulang belakang, namun aku ragu dan aku mencari second opinion. Dokter Perusahaan yang aku temui menyarankan aku untuk menemui Prof. Dr Iman Supandiman. Ternyata sang Prof. adalah mertua dari dr Panji. Prof. Dr Iman meneruskan perawatanku dengan berbekal hasil lab. sebelumnya dan kembali melakukan pemeriksaan di laboratorium, kembali tidak mengirformasikan penyebab Hb ku sangat rendah, dengan terpaksa aku harus menjalani pemeriksaan melalui bank darah yang harus diambil dari sumsum tulang. Pemeriksaan itu merupakan upaya selanjutnya dimana upaya2 yang lain tidak memberikan informasi yang memuaskan, Alhamdulillah ternyata proses pengambilan sampel Bank darahku tidak seseram yang aku bayangkan sebelumnya, disalah satu ruang bedah RS, dalam waktu cuma beberapa menit Sang Profesor mengambil sampel darahku dan menerangkan setiap detail proses pengambilan dan memperlihatkannya. jum'at pagi (4 sept. 2010)diambil, sore harinya aku sudah mendapatkan hasilnya. ternyata Anemia yang kualami adalah disebabkan oleh Meningkatnya penghancuran sel darah merah sehingga sel darah merahnya berumur lebih pendek. setelah diketahui penyebabnya barulah aku diberi obat yang harus aku konsumsi selama 20 hari dan aku harus kembali melakukan pemeriksaan lab. Semoga upaya ini dapat memulihkan kesehatanku.
Note:
Gejala
(dari Wikipedia)
Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.
Anemia menyebabkan kelelahan, sesak napas dan kepusingan. Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka merasa lebih sulit untuk bekerja. Artinya mutu hidupnya lebih rendah.
Tingkat Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap (complete blood count/CBC).
Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb. Sebagian besar dokter sepakat bahwa tingkat Hb di bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat Hb yang normal adalah sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki.
Secara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Sampe ga sempat posting
Diposting oleh
yanti
on Kamis, 02 September 2010
/
Comments: (0)
Kali ini bener2 ga tau apa yang musti ditulis, hari2 ini begitu menyibukkan, padahal kejadian unik, lucu, seru, berhamburan bak bintang dilangit yang relatif cerah di Rhamadan ini, Yoga sang permata hatiku paling Ganteng, sampai saat ini blom bolong puasanya, dimana tiap hari berjuang menghibur dirinya sendiri agar puasanya snatiasa penuh, dikelilingi adik2nya yang dengan cueknya makan dihadapannya, aq sendiri harus berurusan dengan masalah kesehatan, kena juga Anemia yang hingga saat ini blom diketahui penyebabnya, entah sudah berapa lubang nih ditangan bolak balik diambil sampel darah bt dicheck.. sampe bosen deh... terima aja. demi permata2 hati ga usah terlalu dirasa, makan aja nih kerjaan, yang penting badan ini harus segera sehat. ntar lagi lebaran tiba, Mesin jahit sudah lama siap dikayuh, bahan baju anak2 sudah dipotong sesuai pola, namun sampai saat ini blom ada yang kelar. Mungkin sewaktu sehat aq kurang bersyukur, Alhamdulillah Allah menegurku,, nah kalau dah sakit, mo ngapa-ngapain juga ga bisa. makan yang biasanya segala doyan, hilang begitu saja entah kemana tuh selera?!.. Alhamdulillah suamiku tersayang snantiasa mensupport agar aq bisa segera sehat.....trus bisa posting lagi.... tentang apa ya?...
dongeng semangat buat permata hati dalam rangka LombaBlogDepok, 17 Juli – 17 September 2010
Diposting oleh
yanti
on Selasa, 17 Agustus 2010
Label:
LombaBlogDepok
/
Comments: (1)

Kisah Elang dan kalkun
Alkisah, pada jaman dahulu dua unggas muda, elang dan kalkun bersahabat, dikisahkan pada saat itu keduanya sama-sama memiliki postur yang tegap dan sayap yang kuat, keduanya sering bersama-sama terbang bermigrasi dari satu pulau kepulau lainnya, dari satu daerah kedaerah lainnya menggapai rizkinya yang telah disediakan oleh Sang Penguasa Alam Allah SWT.
Suatu hari, seperti biasanya keduanya sedang terbang melintasi suatu daerah, seketika itu mereka melihat disebuah ladang ada seekor sapi yang sedang makan rumput dengan nikmatnya. Sang kalkun mengajak sahabatnya elang untuk turun dan menyapa sapi itu. Sang Elangpun menyetujuinya dan keduanyapun hinggap pada sebuah pohon yang tak jauh dari tempat sapi itu berada.
" Assalammualaikum", sapa ramah sang Kalkun dan sang Elang ramah pada sang Sapi, Sang Sapi membalas salam mereka dengan ramah, tak lama kemudian merekapun asyik berbincang-bincang. Dalam perbincangan itu sang Kalkun sempat bertanya tentang tempat tinggal sang Sapi, " disini aku hidup dengan nyaman bersama bapak dan ibu petani, setiap hari ada yang menyediakan makanan untukku, kerjaanku hanya tidur dan makan, sesekali bapak petani mengajakku untuk berjalan-jalan dan mencari makanan segar ditempat yang lain" begitulah sang Sapi bercerita pada dua unggas muda yang gagah. Cerita tersebut membekas dalam sanubari sang Kalkun, kemudian sang kalkun mendiskusikan pada sang Elang, " Wah enak banget tuh Sapi, dia bisa makan dan minum sesuka hatinya tanpa harus bersusah payah, berkeringat, dan menghadapi marabahaya seperti kita selama ini, sepertinya hidup nya enak", dan sang kalkunpun tergiur ingin hidup seperti sang Sapi sejurus kemudian sang kalkun menetapkan keinginannya untuk tinggal bersama sang Sapi di ladang tersebut sementara sang Elang mempunyai ketetapan hatinya sendiri, untuk tetap meneruskan perjalanannya yang penuh rintangan dan hambatan, singkat cerita berpisahlah kedua sahabat tersebut dengan mngharu biru.
Dari hari-kehari, minggu-keminggu, bulan-kebulan, tahun-ketahun, Sang Kalkun hidup senang bersama sang sapi dan bapak ibu petani diladang hingga suatu hari Sang Kalkun tanpa sengaja mendengar obrolan ibu petani dan bapak petani, "kata ibu petani: Alhamdulillah kalkun kita sudah gemuk dan sehat, sebentar lagi kita akan mengadakan syukuran atas panen kita yang melimpah, bagaimana kalau kalkun itu kita jadikan kalkun panggang istimewa buat suguhan tamu-tamu kita nanti?, Pak Petani mengangguk tanda setuju, Sang Kalkun terkejut tak kepalang, dia sama sekali tak menyangka bahwa hidupnya akan berakhir secepat ini diatas piring, tak mau hidupnya berakhir seperti itu, sang Kalkun berusaha untuk terbang, namun berkali-kali usahanya menemui kegagalan, dipandangnya badannya yang kini sudah menjadi gemuk dikarenakan kebanyakan makan dan sayapnya yang mengecil karena tak pernah lagi digerakkan untuk terbang, OMG (oh my godness) begitulah kira-kira ungkapan putus asa sang Kalkun, kini ia cuma bisa pasrah menyerahkan nasibnya yang tragis ditangan pak Petani, sementara dibelahan dunia yang lain sahabatnya Sang elang tetap gagah menatap rizkinya yang terhampar didepannya ....
(dongeng masa lalu yang sumbernya samar2 namun masih terkenang-kenang, semoga menjadi motifasi untuk senantiasa bersemangat menjalani hari-hari yang penuh tantangan MERDEKA!!!)
Cah Cumi Jagung Muda
Diposting oleh
yanti
on Selasa, 10 Agustus 2010
/
Comments: (0)

Cah cumi jagung muda
400 gr cumi besar, bersihkan, potong 3 x 5 cm, kerat-kerat
200 gr jagung muda (putren), iris serong 1 cm
100 gr wortel, iris serong tipis
Bumbu:
1 bh bawang bombai, iris bulat tipis
2 siung bawang putih, iris halus
2 cm jahe, iris tipis
2 bh cabai merah, buang bijinya, iris tipis
1 sdm kecap asin
1/2 sdm saus tiram
1/4 sdt lada bubuk
50 ml air kaldu
* Rebus irisan cumi dalam air panas hingga mekar, angkat.
* Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombai, bawang putih, jahe hingga harum, . masukkan cumi, wortel dan jagung muda, aduk rata.
* Tambahkan kecap asin, saus tiram, lada bubuk, cabai merah dan air, aduk, masak hingga matang. Angkat.
Untuk 4 porsi
Boneka Perca
Diposting oleh
yanti
on Selasa, 03 Agustus 2010
Label:
LombaBlogDepok
/
Comments: (2)
Seperti anak-anak perempuan lainnya, permata-permata hatiku juga senang sekali bermain boneka, beraneka ragam, jenis dan corak mudah sekali didapat dari pasar tradisional hingga mall-mall yang megah.
Nisa, permata hatiku ke tiga saat ini sedang gandrung dengan boneka, setiap melihat pajangan boneka, selalu saja minta untuk dibelikan, padahal koleksi boneka dikamarnya sudah banyak.
Suatu ketika, seperti biasanya Nisa merengek-rengek minta dibelikan boneka. Kebetulan saat itu kondisinya tidak memungkinkan untuk membeli, seperti biasa disaat terjepit selalu ada jalan keluar jika kita yakin.
Kurayu permata hatiku yang Allah anugrahkan bola mata yang cantik ini untuk menunda keinginannya, walau sedikit memerlukan energi yang extra untuk mendapatkan kesabaran, ku putar otak untuk mencari ide. Terbayang olehku saat2 aku kecil dahulu. Dahulu akupun senang sekali bermain boneka, tapi saat itu jangankan beli boneka, untuk makan sehari-hari saja orang tua harus bekerja keras demi memenuhi ntandar gizi minimal, alhasil anak-anak dijamanku terasah kekreatifannya. Alhamdulillah, dari hobbyku menjahit pakaian untuk sendiri dan anak-anak tentunya masih ada sedikit sisa-sisa kain yang tersedia. Dengan berbahankan apa yang ada dirumah, kumanfaatkan dengan sedemikian rupa, sedikit demi sedikit dari waktu yang tersisa, demi permata hatiku, kuhadiahkan hasil karyaku, Alahamdulillah, subhanallah, tak disangka tak dinyana Nisa sang permata Hatiku begitu senangnya, bahkan sang Kakak dzakiyyah, sulungku menginginkannya juga untuk dihadiahkan pada temannya yang saat itu sedang berulang tahun. Namun sang adik keberatan dan Aku berjanji untuk membuatnya lagi suatu saat nanti. Alhamdulillah satu masalah terselesaikan, sebenarnya ingin sekali mengajarkan pada mereka bahwa tidak semua keinginan harus memiliki dan suatu keinginan harus didapat dengan mudah, sesuatu yang tidak berarti akan menjadi sangat berati jika kita mau. Semoga permata-permata hatiku kelak dapat mengambil hikmahnya.
untuk permata hatiku
Diposting oleh
yanti
on Jumat, 23 Juli 2010
/
Comments: (0)
Jika hatimu merindukan yang besar,
maka sesungguhnya jiwamu besar,
...Maka bersihkan, sehatkan dan rapihkanlah dirimu,
jadikanlah ia pemandangan yang indah dan berwibawa bagi yang melihat,
wajah yang teduh karena kekuatannya,
suara yang sejuk dan ramah,
aroma yang anggun merasuki sukma,
dan jadikanlah kehadiranmu dirindukan dan disyukuri.
Pantaskanlah dirimu bagi kebesaran jiwamu.
Always loving U
maka sesungguhnya jiwamu besar,
...Maka bersihkan, sehatkan dan rapihkanlah dirimu,
jadikanlah ia pemandangan yang indah dan berwibawa bagi yang melihat,
wajah yang teduh karena kekuatannya,
suara yang sejuk dan ramah,
aroma yang anggun merasuki sukma,
dan jadikanlah kehadiranmu dirindukan dan disyukuri.
Pantaskanlah dirimu bagi kebesaran jiwamu.
Always loving U
semangat si bocah cacat yang patut untuk diteladani
Diposting oleh
yanti
on Rabu, 14 Juli 2010
/
Comments: (1)



Ujian yang mahaberat, jika disikapi dengan pikiran terbuka dan jiwa yang lapang, bisa mengobarkan semangat perjuangan yang tak gampang padam. Dan, semangat itulah yang dikobarkan seorang bocah bernama Qian Hongyan.
Kita memang kadang perlu belajar dari seorang bocah. Jika kita ingat kembali, semangat sebagai anak-anak sangat kuat untuk menerjang semua halangan dan tantangan. Satu contoh nyata adalah saat kita belajar berjalan. Meski jatuh berkali-kali, sebagai seorang bocah kita tentunya terus berusaha hingga benar-benar bisa berjalan seperti saat ini.
Dan, semangat ala bocah inilah yang-barangkali-mampu menjadi "bara api" yang terus menyala di tengah gelap dan kerasnya ujian bagi sesosok anak berusia belasan dari negeri China, Qian Hongyan. Ujian yang menimpa Qian memang sangat berat. Betapa tidak, di usianya yang masih sangat dini-tiga tahun (tepatnya pada bulan Oktober 2000)-ia mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan separuh tubuhnya hingga batas pinggang harus diamputasi.
Kondisi itu diperparah lagi dengan keadaan ekonomi orangtua Qian yang tidak berkecukupan. Karena itu, keluarga gadis cilik yang tinggal di Zhuangxia, China itu tak mampu memberikan kaki palsu untuk Qian. Sebagai gantinya, keluarga tersebut menyangga tubuh Qian dengan potongan bola basket. Sebuah solusi yang jauh dari kata nyaman, seperti kaki-kaki palsu lainnya.
Namun, meski tumbuh dengan keterbatasan, Qian membuktikan bahwa dunia belumlah tamat bagi dirinya. Ia tumbuh menjadi gadis yang periang dan murah senyum-seolah-olah tak terjadi suatu apa pun dalam dirinya. Dengan memantulkan bola basket di bagian bawah tubuhnya, dan dibantu penyangga untuk membantunya bergerak, Qian tetap bisa menjadi bocah lincah layaknya kebanyakan anak normal.
Bersiap Mendunia
Dengan kekurangan di tubuhnya, Qian pantang berputus asa, meski ia belum tahu bagaimana masa depannya kelak serta bagaimana ia bisa mengubah hidupnya dengan kondisinya saat itu. Hingga, suatu ketika ia mendatangi sebuah pertandingan olahraga nasional yang diselenggarakan di Kunming pada bulan Mei 2007. Di sana, benih yang menumbuhkan cita-citanya bertumbuh.
Saat itu, Qian setiap hari menyaksikan perjuangan beberapa atlet cacat yang ikut menyemarakkan pertandingan. Melihat perjuangan rekan senasib yang bertubuh cacat, hati Qian pun tergerak. Jika orang lain mampu berprestasi di bidang olahraga meski dengan tubuh cacat, mengapa dia tidak melakukan hal yang sama? Pikiran itulah meletupkan cita-cita Qian Hongyan untukikut menjadi seorang atlet.
Maka, selepas acara olahraga nasional tersebut, tekad Qian segera diwujudkan dengan bergabung di sebuah klub renang khusus. Tekad itu didukung sepenuhnya oleh orangtua Qian. Maka, mereka pun mendatangi Zhang Honghu, seorang pelatih yang terkenal banyak menjadikan perenang cacat sebagai juara di kejuaraan renang. Qian meminta kesempatan kepada Zhang untuk dilatih menjadi seorang seorang juara.
Zhang yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin hanya mengatakan bahwa semua tergantung pada kemauan dan tekad Qian. Sebab, menurutnya, dengan kekurangan separuh tubuh yang tak dimilikinya, agak sulit bagi Qian untuk berenang dengan hanya mengandalkan kedua lengannya. Tetapi, tekad sangat kuat Qian rupanya berhasil memikat Zhang. Maka, ia pun memberikan porsi latihan khusus bagi Qian agar lebih mampu menyeimbangkan kedua bahu dan lengannya.
Kepercayaan Zhang pun dijawab dengan kesungguhan Qian. Dengan porsi latihan cukup berat, apalagi dengan kesulitan yang dialami sejak awal latihan, Qian tak pernah sekali pun mengeluh. Baginya, impian untuk menjadi atlet adalah cita-cita yang tak boleh padam. Dalam sehari, setidaknya jarak 2000 meter ditempuh Qian di arena air untuk melatih otot-ototnya. Selain itu, latihan lain seperti sit-up, mengangkat beban, hingga berbagai jenis latihan dilakukannya dengan bersemangat.
Semangat inilah yang membuat Qian kini dikenal di seantero China dan bahkan dunia. Kisah hidup dan tekad kuatnya telah menginspirasi banyak orang agar mampu mendobrak segala keterbatasan. Kisah Qian banyak dimuat di berbagai media baik cetak maupun online sehingga mengangkat namanya. Kini, ia ingin mendunia dengan usahanya mewakili China pada tahun 2012 pada kejuaraan renang di olimpiade khusus orang cacat. Tak tanggung-tanggung, Qian mematok target menjadi juara dunia renang pada kejuaraan olimpiade tersebut. Dia bekerja keras untuk mewujudkan impiannya tersebut. Jika melihat kesungguhan dan tekadnya, sepertinya impian itu tak mustahil untuk dicapai. Sebab, sejatinya kesungguhan dan tekad kuat yang dilandasi kerja keras akan mampu menaklukkan segala tantangan.















